Memahami Gangguan Intelektual

Oleh: Dr. Trubus Raharjo, S.Psi M.Si., Psikolog

Memahami Gangguan Intelektual

Istilah yang sering digunakan untuk mereka yang mengalami gangguan intelektual antara lain : lemah pikiran, atau keterbelakangan mental. Beberapa kategori yang termasuk gangguan intelektual antara lain:

1. Slow Learner (lambat belajar)

Gangguan intelektual ini terkait dengan kemampuan berpikir yang rendah dari seseorang, di mana di inteligensi anak termasuk dalam kategori di bawah rata-rata (IQ 70 – 90).

Pada anak dengan Slow Learner masih mempunyai kemampuan komunuikasi dengan orang lain, kemampuan interaksi dengan orang lain namun kemampuan inteligensi yang rendah sehingga seringnya kemampuan rendah dalam hal akademik.

Pada anak dengan slow learner masih bisa ditingkatkan kemampuannya untuk menjadi dengan kemampuan yang lebih tinggi meskipun tidak sampai pada taraf yang tinggi. Namun setidaknya anak dapat mengikuti pembelajaran akademik lebih baik.

Anak dengan slow learner dapat ditingkatkan kemampuannya melalui latihan yang terus menerus baik olah raga maupun ketrampilan didukung dengan gizi yang baik, sehingga kemampuannya akan meningkat atau setidaknya dari sisi akademik kurang namun ketrampilan lain tetap bagus.

2. Retardasi Mental atau Tuna Grahita atau Down Syndrom

Retardasi mental mengacu pada fungsi intelektual umum yang nyata di bawah rata-rata bersamaan dengan kekurangan perilaku adaptif dan terjadi pada masa perkembangan. Retardasi mental merupakan kondisi sejak masa bayi yang ditandai oleh kurang sempurnanya fungsi-fungsi intelektual.

Dalam perspektif pendidikan, anak tunagrahita biasanya mengarah pada hambatan intelektual atau kecerdasan. Anak dengan hambatan intelektual akan mengalami hambatan dalam perilaku adaptif yaitu perilaku dalam melakukan hubungan social di masyarakat.

Baca Juga : Komunikasi Efektif Orangtua Dengan Anak

Hal tersebut terlihat pada rendahnya kemandirian dan atau tanggung jawab social seoranga anak dibandingkan budaya kelompoknya. Misalnya hambatan dalam melaksanakan tugas-tugas akademik dasar seperti : membaca, menulis, aritmatik, konsep-konsep dasar bidang studi, keterlambatan dalam melakukan keterampilan dalam memenuhi kebutuhan dirinya.

Selain itu, mereka juga memiliki ketidakmampuan dalam menjalankan tugas-tugas atau peran social yang dituntut oleh social kelompok linkungannya. Klasifikasi tingkat kecerdasan atau skor IQ untuk anak tunagrahita dibawah IQ 70.

Penyebab

Banyak faktor penyebab retardasi mental meskipun tidak secara spesifik ditemukan penyebabnya antara lain; kekurangan nutrisi pada ibu, keracunan atau efek obet-obatan (kokain,heroin, tembakau, dan alcohol), kerusakan otak saat kelahiran karena alar bantu, lahir pramatur, panas terlalu tinggi, infeksi pada ibu (rubella, syphilis, atau herpes simplec), tumor otak, gangguan fisiologis (down syndrome atau cretinism).

1. Karakteristik fisik motorik 

Pada anak tunagrahita ringan, kondisi fisik mereka tidak terlihat begitu mencolok atau berbeda dibandingkan anak normal pada umumnya. Biasanya kelainan fisik yang merupakan gejala bawaan tidak seberat yang dialami kategori menengah atau berat.

Pada tunagrahita berat, biasanya mereka memiliki koordinasi fisik yang buruk dan mengalami masalah di banyak situasi social. Mereka juga menampakkan adanya gangguan pada fungsi bicaranya. Mereka hanya bisa berkomunikasi secara vocal setelah pelatihan intensif. Tanda-tanda kelainan fisik lainya ialah lidah seringkali menjulur keluar, bersamaan dengan keluarganya air liur. Kepala sedikit lebih besar dari biasanya. Kondisi fisik mereka lemah.

2. Karatekristik Kognitif dan Emosi

Karakteristik kognitif dan emosi anak tunagrahita adalah sebagai berikut :

1. Anak tunagrahita mampu mengetahui atau menyadari situasi, benda-benda, dan orang disekitarnya, namun mereka tidak mampu memahami keberadaan dirinya.

2. Kesulitan untuk memecahkan masalah-masalah yang ada, tidak mampu membuat suatu rencana bagi dirinya sendiri, dan anak tersebut sulit memilih alternative pilihan yang berbeda.

3. Kesulitan dalam belajar dan bidang akademik sehingga secara umum mereka memiliki kesulitan dalan bidang membaca, menulis, dan berhitung. .

4. Lamban dalam merespon situasi

5. Kemampuan bicara sangat kurang terutama anak tunagrahita sedang/berat.

6. Kurang dalam kemampuan menolong diri sendiri, sebagian tidak mampun mengurus diri sendiri: berpakaian, makan, menjaga kebersihan sehingga diperlukan latihan khusus untuk memiliki kemampuan ini

7. Mengalami kesulitan dalam berinteraksi. Bagi anak tunagrahita ringan, masih dapat bergaul dengan anak regular namun bagi tunagrahitan sedang dan berat kesulitan bahkan tidak mampu melakukan hal tersebut.

Peningkatan kemampuan anak tunagrahita yang dapat dilakukan adalah hanya dengan memberikan kemampuan pelatihan kemandirian dan ketrampilan fisik yang sifatnya sederhana, anak dilatih untuk membantu melakukan aktifitas atau mengerjakan sesuatu yang tidak membutuhkan kemampuan berpikir sehingga bersifat kebiasaan maupun rutinitas dengan demikian anak akan mempunyai kemampuan ketrampilan yang lebih baik.

Leave a Reply

Your email address will not be published.Required fields are marked *

Open chat
SEKOLAH ISLAM ANNIDA
Ada yang bisa kami bantu?